Jumat, 04 Desember 2015

short story

Novia Laras Ayuning Tias 1145030133 Sastra Inggris III-D 1. Cultural and Racial dalam kutipan di cerita Indian camp. Untuk menemukan kutipan dalam suatu cerita memang tidak mudah, apalagi harus dengan syarat yang harus ditemukan seperti Cultural dan Racial. Untuk menjawab pertanyaan diatas maka kita harus teliti dengan kalimat yang akat dibuktikan kebenarannya. Berikut kutipan yang akan saya angkat : “The Indians rowed with quick choppy strokes. Nick lay back with his father’s arm around him. It was cold on the water. The Indian who was rowing them was working very hard, but the other boat moved farther ahead in the mist all the time.” “Across the bay they found the other boat beached. Uncle George was smoking a cigar in the dark. The young Indian pulled the boat way up the beach. Uncle George gave both the Indians cigars.” Dari kutipan berikut, saya dapat menemukan beberapa perbedaan budaya dan ras, dimana orang kulit hitam dianggap memiliki status yang lebih rendah dari orang kulit putih hal ini terlihat saat Nick beserta ayah dan pamannya hanya diam saja saat kedua orang Indian mendorong perahu mereka tanpa bantuan sedikitpun, sementara perahu mereka sudah lebih dulu melaju. “Where are we going, Dad?” Nick asked. “Over to the Indian camp. There is an Indian lady very sick.” “Oh,” said Nick. Dari kutipan ini juga terlihat bahwa orang kulit putih lebih pintar dari orang kulit hitam, Ayah nick yang seorang dokter membantu suku Indian yang akan melahirkan. “Why did he kill himself, Daddy?” “I don’t know, Nick. He couldn’t stand things, I guess.” Do many men kill themselves, Daddy?” “Not very many, Nick.” “Do many women?” “Hardly ever.” Don’t they ever?” “Oh, yes. They do sometimes.” Pada kutipan ini, Nick bertanya mengapa laki-laki Indian bunuh diri sementara anaknya telah dilahirkan. Nick berfikir dia tidak akan mati dengan cara seperti itu. Disini terdapat perbedaan budaya terlihat dimana nick sebagai orang kulit putih lebih memikirkan masa depan dibandingkan orang kulit hitam. 2. Argumentasi tentang A bundle of letters yang berkaitan dengan budaya yang digambarkan di empat Negara ; inggris, francis, amerika dan german. “The position woman does not seem to me at all satisfactory, and that is a point, you know, on which I feel very strongly. It seems to me that in England they play a very faded-out part, and those with whom I conversed had a kind of depressed and humiliated tone; a little dull, tame look, as if they were used to being snubbed and bullied, which made me want to give them a good shaking.” “I should say the position of woman here was considerably higher, though by no means coming up to the American standard. The manners of the people are in some respects extremely peculiar, and I feel at last that I am indeed in foreign parts.” Dari cerita A bundle of Letters saya dapan memperlihatkan beberapa perbedaan budaya di empat Negara tersebut. Di Inggris sudah menjadi budaya bahwa wanita dianggap lemah karena sifatnya yang penurut dan pendiam sehingga cenderung mudah dicerca dan dibuli oleh orang lain, berbeda dengan budaya inggris, di Francis wanita lebih di hormati, wanita memiliki kehormatan yang tinggi di Negara ini karena dianggap kuat dan pekerja keras, karena bisa mengatur hidupnya sendiri walau tanpa bantuan laki-laki seperti pada kutipan “my cousine de Maisonrouge, that grande belle femme, who, after having married, en secondes noces—there had been, to tell the truth, some irregularity about her first union—a venerable relic of the old noblesse of Poitou, was left, by the death of her husband, complicated by the indulgence of expensive tastes on an income of 17,000 francs, on the pavement of Paris, with two little demons of daughters to bring up in the path of virtue.” . Sedangkan budaya di amerika wanita bebas dan merdeka dalam bertindak, tak ada yang membedakan antara laki-laki dan wanita di Amerika selain gender. Sedangkan di German orang lebih peduli dengan lingkungan mereka. Mereka cenderung kritis dalam menilai dan memperhatikan kelemahan dan kelebihan seseorang. 3. The general sucked in his breath and smiled. "I congratulate you," he said. "You have won the game." Rainsford did not smile. "I am still a beast at bay," he said, in a low, hoarse voice. "Get ready, General Zaroff." The general made one of his deepest bows. "I see," he said. "Splendid! One of us is to furnish a repast for the hounds. The other will sleep in this very excellent bed. On guard, Rainsford." . . . He had never slept in a better bed, Rainsford decided. Dari kutipan tersebut, terlihas seperti salah satu diantara mereka akan ada yang dijadikan sebagai makanan anjing (aka nada yang kalah dalam permainan berbahaya ini). Saat general zaroff berkata demikian, sepertinya dia tidak benar-benar mengakui kemenangan rainsford, ini seperti sebuah sindiran dari zaroff. Akan tetapi rainsford tetap bersihkukuh untuk menujukkan bahwa dia ingin memusnahkan zaroff, menurutnya dengan terbunuhnya zaroff dia bisa menyelamatkan kehidupan orang-orang tak berdosa yang menjadi mangsa. 4. Menemukan symbol dari kutipan pada cerpen “Hills like white elephants”. Symbol dalam sastra merupakan sesuatu yang memiliki makna lebih daripada sesuatu itu. Dapat berupa benda, orang, kejadian, atau tindakan dan lainnya. Yang mana memiliki makna khusus dalam sebuah cerita yang bisa menggambarkan makna yang sebenarnya. “they look like elephants” she said. “they’re lovely hills,” she said. “they don’t really look like white elephants. I just meant of their skin through the trees” Dari kutipan-kutipan tersebut dapat diketahui bahwa symbol dalam kutipan itu bisa melambangkan yang mengakibatkan kehamilan. Gajah putih di sini juga berarti menggambarkan wanita yang sedang mengandung dan warna putihnya itu seperti kesucian. “we’ll be fine afterward. Just like we were before”. “what makes you think so?”. The girl said. “that’s the only thing that bothers us. It’s the only thing that’s made us unhappy.” Di sisi lain symbol white elephants dalam kutipan tersebut bisa menjadi sesuatu yang buruk bagi sang pria karena pria itu menganggap bayi itu merupakan hal besar yang dapat merugikan di kemudian hari. Karena itu dia menyuruh sang wanita untuk aborsi yang dianggap sebagai hal kecil yang padahal itu masalah besar. 5. Argument tentang cerita My Son the Murderer Cerita ini bercerita tentang hubungan seorang anak dengan ayahnya yang tidak harmonis, sang anak menganggap bahwa sang ayah terlalu memperhatikannya. “Try to come. These things, if you give them time, all pass away. If it look better to you, come on over. Even if don’t look so good, come on over anyway because it might relieve your tension and worry that you are under. It’s not so good for your heart at your age if you carry to much worry around” the murderer dapat diartikan sebagai pembunuh, namun dalam cerita ini tidak ada pembunuhan-pembunuhan seperti yang telah kita bayangkan sebelumnya. Murder dalam cerita ini bisajadi diinterpretasikan sebagai pembunuhan karakter . dimana si tokoh harry membunuh harapan orangtuanya dan harapan dirinya sendiri. Dia beranggapan bahwa dalam situasi perang seperti itu dia tidak akan bisa melakukan apapun, bahkan untuk mencari pekerjaan setelah ia lulus kuliah. Selain itu, perlakuan dari ayah harry juga yang membuat harry merasa bebas dan terganggu. Hingga pada akhirnya dia tidak bisa melakukan apapun yang dia inginkan. 6. The Firebird’s Nest Terlihat dari ceritanya, cerita ini bercerita tentang Mr. maharaj yang merupakan pangeran dari india. Firebird’s merupakan jelmaan dari Mr. Maharaj, Firebird atau burung api merupakan burung yang jika terbakar akan mengecil, namun masih hidup dan akan membesar kembali. Kisah ini memang menyedihkan, yaitu berawal dari sakit hati nya karena ditinggal istrinya sendiri yang merupakan seorang amerika. Mr. Maharaj merasa sakit hati dan membakar setiap pasangan suami istri lainnya. Cerita ini menceritakan tentang sebuah dendam yang hanya bisa habis dan hilang bila dendam itu dihilangkan oleh yang merasakannya. Begitu pula dengan tragedy mistis di india ini yang akan terus memakan korban selama Mr. Maharaj tidak terpuaskan dendamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar